Pengenalan Al-Hikmah

Published July 16, 2012 by iqbalcahtkj

Sebenarnya sekarang Al-hikmah Terbagi menjadi 2 yaitu : Al-hikmah1

dan Al-hikmah 2…… Kali ini kita akan membahas tentang Al-hikmah 1 oke…. nich….. langsung liat saja keterangan yang di bawah ini

1. Lokasi

Lokasi pendidikan Pondok Pesantren Alhikmah terletak di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah, antara jalur Tegal-Purwokerto, tepatnya 7 KM. dari Kota Bumiayu. Yang mana menempati tanah seluas 10 Ha. berada diketinggian + 200 m dari permukaan laut.

2. Sejarah

Periode Permulaan

Medio 1911 M, sepulang dari tholabul ‘ilminya di beberapa Pesantren, KH. Kholil bin Mahalli memilih mukim (menetap) di tanah kelahirannya di desa Benda kecamatan Sirampog. Melihat keadaan masyarakat Benda yang saat itu tergolong minim ilmu agama, didasari semangat Bilhikmati Wal Mu’idzotil Khasanah (bijaksana dan nasehat yang baik),  KH. Kholil  memulai dakwahnya. KH. Kholil bin Mahalli mengadakan pengajian di surau-surau dan di rumahnya sendiri. Beberapa santri telah menetap di asrama pesantrennya, asrama santri yang tak lain adalah rumah KH. Kholil sendiri. Kegiatan dakwah inilah yang dikemudian hari menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Al Hikmah di desa ini.

Sebelas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1922. KH. Sukhaemi bin Abdul Ghoni (putra kakak KH. Kholil)  yang menimba ilmu  di  kota suci Makkah pulang ke tanah kelahirannya, desa Benda.  Tanpa membuang kesempatan, KH. Sukhaemi  pun memulai perjuangan dakwahnya di tengah masyarakat. Beliau bersama KH. Kholil bin Mahalli saling bahu membahu mengangkat kualitas hidup masyarakat desa Benda. Tak hanya soal pendidikan agama, bidang lain seperti ekonomi dan budaya pun tak luput dari menjadi sasaran keduanya.

KH. Sukhaemi  mendirikan sebuah bangunan dengan 9 (sembilan) kamarnya guna menampung para santri yang dikala itu kebanyakan masih berasrama dirumah-rumah penduduk dan surau-surau sekitar. Asrama santri dengan sembilan kamar inilah yang di masa mendatang tumbuh menjadi  “Pondok Pesantren Al Hikmah”. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1930 M.

Sebagai tindak lanjut pengembangan, masih ditahun yang sama Pondok Pesantren Al Hikmah pun merintis sebuah Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah ini diberi nama TAMRINUSSHIBYAN

Periode Pertengahan.

Memasuki masa revolusi kemerdekaan yang penuh gejolak, Pondok Pesantren Al Hikmah pun tak luput dari pasang surut dan beragam peristiwa. Besarnya tekanan revolusi,  membuat Pondok Pesantren ini diterpa beragam kejadian. Al Hikmah bahkan disebut nyaris hancur di masa itu.

Panggilan jihad fi sabilillah, menggerakkan keluarga Pesantren, para santri santri termasuk  asatidz dan Pengasuh Pesantren bersama masyarakat  menyatukan langkah, maju dikancah juang bela tanah air. Tak sedikit, pejuang yang gugur sebagai syahid, termasuk beberapa pengasuh dan asatidz Pesantren. Beberapa diantara para Asatidz yang gugur adalah, KH. Ghozali, M. Mifatah, H. Masyhadi, Amin bin Hj. Aminah, Syukri, Da’ad, Wahyu, dan Siroj. Perjuangan ini terus berlangsung hingga deklarasi proklamasi kemerdekan, 17 Agustus 1945.

Pasca kemerdekaan, ketika stabilitas dan keamanan nasional mulai pulih. KH. Kholil dan KH. Sukhaemi menggunakan kesempatan ini untuk membangun kembali Pondok dan madrasah yang sempat luluh lantah. Perlahan tapi pasti, santri-santri pun mulai datang kembali ke pesantrennya. Peristiwa ini terjadi di tahun 1952 M. Dalam masa itu,  KH. Kholil dan KH. Sukhaemi dibantu oleh beberapa ustadz seperti KH. Ali Asy’ary (menantu KH. Kholil), Ust. Abdul Jalil, K. Sanusi, KH. Mas’ud dan lain sebaginya.

Sekitar tahun 1955 M, setelah melakukan perjuangan dakwah tiada henti, KH. Kholil bin Mahalli berpulang ke rahmatullah. Selang beberapa tahun kemudian (1964). KH. Sukhaemi bin Abdul Ghoni menyusul meninggalkan para santri dan masyarakat, berpulang ke rahmatullah. Allahu yarhamhuma.

Periode pengembangan

Sepeninggal KH. Kholil dan KH. Suhaemi, tampu kepemimpinan pesantren pun diteruskan oleh para tunas muda, seperti KH. Shodiq Suhaemi, (Putra KH. Suhaemi) dan KH. Moch. Masruri Abdul Mughni (cucu KH. Kholil). Dibawah asuhan keduanyalah Pondok  Pesantren Al Hikmah mampu berkembang pesat.

3. Aktivitas

Ponpes Al Hikmah menampung para santri dari berbagai daerah baik dari jawa maupun dari luar jawa. Karena itu Ponpes Al Hikmah Pada Tahun ajaran 1997/1998 menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti:
* Pengajian weton/Sorogan Bandungan yang diikuti oleh semua santri dan penduduk sekitar.
* Pengajian baik berkala maupun mingguan untuk umum.
* Pesantren kilat/Pesantren liburan untuk menampung siswa dan       mahasiswa yang libur.
* Tahfidul Qur’an untuk santri putra dan putri
* Pengiriman mubaligh/mubalighoh kedaerah-daerah yang membutuhkan.

Unit keterampilan dan kursus meliputi:
* Multimedia
* Komputer
* Bahasa Arab dan Inggris
* Bengkel Otomotif dan Elektronika
* Permesinan
* Tata Busana
* Perbidanan dll.

Dalam penyelenggaraan segala aktivitas tersebut Ponpes Al Hikmah didukung oleh staf asatidz/tenaga pengajar yang merupakan tenaga pembantu Kyai/Pengasuh Ponpes dan mendidik para santri dan mengembangkan agama islam ditengah-tengah masyarakat pesantren maupun masyarakat luas. Staf asatidz Kurang Lebih berjumlah 191 orang dari berbagai disiplin ilmu yang merupakan tenaga-tenaga professional dibidang masing-masing, berasal dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri. Bahkan ada tenaga pengajar berkebangsaan mesir yang merupakan utusan dari “Al Azhar” Cairo, yaitu Asy Syeh Abdul Mun’im Assayid Abdul Mun’im.

4. Fasilitas

Sejak berdirinya Ponpes Al Hikmah sampai sekarang telah memiliki berbagai fasilitas yaitu:
1. Masjid Jami’ berlantai dua dengan ukuran 20 x 30 m.

2. Masjid An Nur berlantai dua dengan ukuran 30 x 30 m.

3. Asrama satri putra dan putri

4. Mushola

5. Aula

6. Ruang belajar komplek putra

7. Ruang belajar komplek putri

8. Laboratorium dan perpustakaan

9. Suasana yang tenang dan damai

10.Tenaga Kerja yang Profesional

5. Pengurus Yayasan

Untuk memudahkan langkah-langkah yang diambil oleh lembaga pendidikan Ponpes Al Hikmah serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, maka pada tahun 1978 M melalui akta notaries No. 9 tanggal 3 April 1978 M didirikan Ponpes Al Hikmah menjadi yayasan pendidikan Ponpes Al Hikmah (No. Aktanotaris No. 12 tanggal 9 Januari 1989) dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Ketua : KH. Shodiq Suhaimi

Wakil Ketua : KH. M. Masruri Mughni Alm.

Sekretaris I : Drs. Musthoha Nasuha

Sekretaris II : H. Abdullah Adib Masruhan Lc.

Bendahara I : KH. Labib Shodiq

Bendahara II : H. Sholahuddin Masruri

Pembantu : Drs. Rozikin Daman, H. Mas’ud Zamawi, H. Lutfi Athori, Ridwan Sa’an, Amir Faruk, Sohibi Miftahuddin

6. Organisasi Daerah Santri

setiap santri pasti sama atau berbeda daerah tempat tinggalnya jadi ada beberapa organisasi yang mengumpulkan beberapa santri yang satu daerah contohnya santri dari Brebes memiliki organisasi yang bernama “Itthobsyi” santri dari Jawa Barat organisasinya bernama “ISABA” dll.

7. Penutup

Demikian sekilah dan perkembang Ponpes Al Hikmah Benda Sirampog Brebes, sejak berdirinya sampai sekarang. Semoga para pengasuh, para Kyai, para Asatidz, serta siswa dan siswinya akan selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT. Semoga tercapai apa yang menjadi tujuan kita bersama. Amin……………..

Silahkan lihat2 gambar di bawah ini…

 

 

 

 

 

One comment on “Pengenalan Al-Hikmah

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: